Langkah yang Tak Selinier

Dari TKJ ke Asuransi Kesehatan Perjalanan Lintas Jurusan yang Mengubah Arah Hidup (Bunga Keisha-TKJ)

Humas
20-05-2026
Minggu ke-3

Langkah yang Tak Selinier

Awal yang Tidak Direncanakan

Saya tidak pernah benar-benar merencanakan untuk berada di titik ini.

Dulu, saya adalah siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK PGRI Wlingi, sebuah pilihan yang bukan sepenuhnya keinginan saya. Satu hal yang saya pegang sejak awal “jika saya harus menjalani, maka saya akan menjalaninya dengan sungguh-sungguh”.

Tiga tahun saya habiskan di dunia komputer dengan kabelnya itu, hingga mampu mempertahankan peringkat pertama sejak kelas 10 hingga 12, dan menutup masa sekolah dengan peringkat kedua nilai tertinggi PSAJ 2024/2025.

Namun, di balik pencapaian itu saya belum berani bermimpi jauh. Perguruan tinggi masih terasa belum pasti, hingga hidup mulai menguji saya.

Ketika Harapan Datang, Lalu Pergi Dua Kali

Saya mencoba melangkah melalui jalur SNBP dan SNBT dengan harapan yang sederhana. Namun, dua kali berharap, dan dua kali pula harus menerima kegagalan.

Di titik itu, saya merasa lelah dan hampir menyerah. Saya mulai mencari pekerjaan, melamar ke berbagai tempat, dan sempat mengikuti wawancara. Namun, di balik itu, hati kecilku masih ingin melanjutkan pendidikan. Di saat saya hampir berbelok arah, ada satu hal yang tidak pernah berubah yaitu dukungan dari orang tua.

Langkah Terakhir yang Mengubah Segalanya

Kesempatan itu datang di saat yang nyaris terlewatkan. Hari terakhir pendaftaran jalur mandiri di Poltekkes Kemenkes Malang, tempat yang sebelumnya bahkan tidak pernah saya bayangkan. Dengan ragu namun berani, saya memilih Program Studi Asuransi Kesehatan dalam jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Langkah yang sangat berbeda dari latar belakang saya.

Belajar dari Nol di Dunia yang Berbeda

Memasuki dunia perkuliahan, saya merasakan culture shock. Istilah medis, anatomi, tindakan, hingga obat-obatan menjadi hal baru yang harus saya pahami.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ujian praktik anatomi dengan 8 ruangan dan 8 phantom, serta waktu yang hanya 90 detik di setiap ruang. Semester pertama menjadi masa adaptasi yang tidak mudah. Namun setelah melewati UAS, saya menyadari:

“Ternyata aku bisa.”

Seiring waktu, saya mulai berkembang. Dalam dua semester pertama, saya memberanikan diri mengikuti berbagai perlombaan dan berhasil meraih beberapa prestasi.

Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar kemenangan, tetapi bukti bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang untuk berkembang.

Ketika Masa Lalu Menjadi Kekuatan

Saya juga menyadari bahwa ilmu TKJ yang saya pelajari tidak sia-sia. Kemampuan dalam teknologi, pengolahan data, dan sistem komputer justru menjadi bekal penting dalam dunia rekam medis dan asuransi kesehatan.

Saya tidak benar-benar memulai dari nol, saya hanya berpindah cara.

Untuk Kamu yang Masih Ragu

Saat ini, saya masih dalam perjalanan. Namun saya percaya, tidak semua jalan harus lurus untuk membawa kita ke tujuan.

Tidak semua yang kamu rencanakan akan berjalan sesuai arah, tetapi setiap langkah yang kamu beranikan akan selalu membawamu lebih dekat pada tujuan yang sebenarnya.

Terima kasih kepada guru SMK PGRI Wlingi, teman, dan terutama orang tua yang tidak pernah terputus doa baiknya. Serta semua orang di balik layar yang menjadi bagian dari perjalanan ini.